Selasa, 10 Juli 2012

Kain Sari India: Be Trendding with Indian Saree!

Readers!! lagi bingung mw pake kostum apa di acara semi formal/formal? hmm..kebaya di rumah udah pernah dipake semua? kehabisan ide sama kain batik kamu? bosen dengan kaftan dan sejenisnya? mau coba gaya lain selain harajuku dan kpop fashion style? Nah, cobain deh referensi fashion yang satu ini dari belahan bumi Asia Selatan, India! Beberapa gaya fashion dari barat maupun timur yang sekarang udah merajalela di Indonesia emang banyak banget, tapi rasanya belum pernah deh ada Indian Style (menurut gw...). Kalaupun ada palingan gak sampe jadi trend, biasanya dipake sama orang-orang tertentu seperti keturunan india, dll. Ini sih keisengan gw aja bayangin kalo suatu saat kain sari dan gaya fashionnya jadi trend dan dipakai banyak orang. It will be different style, of course!

Step pertama, gimana kalo kita cari tau dulu info seputar kain sari, check it out!




Selembar Kain Sari (Saree)

Sari atau saree atau shari adalah jenis kain yang dipakai wanita di negara India, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka. Sari merupakan pakaian yang terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit, variasinya beragam dengan panjang 4-9 meter yang dipakaikan di badan dengan bermacam-macam gaya. Jenis yang paling umum adalah sari yang dililitkan di pinggang, dengan ujungnya yang disangkutkan dari bahu ke punggung belakang. Sari biasanya dipakai menutupi petticoat atau baju bagian dalam (pavada/pavadai di India Selatan, dan shaya India Timur), dengan blus choli atau ravika. choli memiliki lengan yang pendek dan leher yang rendah untuk mengadaptasikan warga Asia Selatan dengan musim panasnya yang sangat panas. Nah, ternyata berpakaian pun jadi cara adaptasi manusia terhadap lingkungannya ya?











Gimana Pake’nya Nih?

Kita pasti sering kan melihat kain sari India yang terkenal itu. Nah ternyata, di India, ada cara yang berbeda-beda dalam pemakaian kain sari tersebut. Pemakaiannya bisa didasarkan pada golongan/statusnya di masyarakat dan keturunannya. Menurut  golongannya, kalau seorang petani, peladang atau pembantu, biasanya akan memakai sari hingga bagian lutut saja. Kalau berdasarkan keturunan, turunan Tamil akan meletakkan ujung selendang sari kebagian bahu kirinya. Kalau kaum Telegu akan meletakkannya di sebelah kanan. Ada lagi golongan Mayam, mereka menyilangkan di pundak kanan dari arah belakang. Di India Utara, perempuan India tidak memakai sari tetapi memakai blus panjang dengan celana balon atau gembung seperti celana wanita Pakistan. Baju ini dipadukan dengan selendang dupatta. Pemakaian pakaian tradisional ini melambangkan kalau yang memakainya sudah beranjak gadis.

















Makna Dibalik Kain Sari

Selain cara pakai, jenis bahan sari juga memiliki arti sendiri. Kalau sari dari sutra, itu sari yang dipakai wanita kaya. Sedangkan yang dari nilon atau kapas, itu dipakai oleh perempuan dari golongan biasa.
Kalau dari warna bila sari tersebut berwarna putih, dipakai seorang balu (orang yang dihormati). Kalau sari putih bergaris emas, maknanya lain lagi. Ini menandakan si pemakai adalah wanita keturunan Malayam. Kalu sari berwarna kuning, dipakai wanita pembawa kavadi (orang yang membayar nazar di kuil dengan melakukan upacara suci). Dan kalau Sari berwarna pelangi atau gabungan berbagai warna, melambangkan kepribadian si pemakai. Warna terang ingin mengatakan bahwa yang mengenakan selalu ceria. Warna yang lebih norak(mencolok), ingin mencuri perhatian para pemuda atau mencari perhatian orang ramai. Sedangkan sari berwarna pudar, artinya si wanita tipe pemalu, Wahh satu lembar kain berjuta makna ya!




































Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Selasa, 10 Juli 2012

Kain Sari India: Be Trendding with Indian Saree!

Readers!! lagi bingung mw pake kostum apa di acara semi formal/formal? hmm..kebaya di rumah udah pernah dipake semua? kehabisan ide sama kain batik kamu? bosen dengan kaftan dan sejenisnya? mau coba gaya lain selain harajuku dan kpop fashion style? Nah, cobain deh referensi fashion yang satu ini dari belahan bumi Asia Selatan, India! Beberapa gaya fashion dari barat maupun timur yang sekarang udah merajalela di Indonesia emang banyak banget, tapi rasanya belum pernah deh ada Indian Style (menurut gw...). Kalaupun ada palingan gak sampe jadi trend, biasanya dipake sama orang-orang tertentu seperti keturunan india, dll. Ini sih keisengan gw aja bayangin kalo suatu saat kain sari dan gaya fashionnya jadi trend dan dipakai banyak orang. It will be different style, of course!

Step pertama, gimana kalo kita cari tau dulu info seputar kain sari, check it out!




Selembar Kain Sari (Saree)

Sari atau saree atau shari adalah jenis kain yang dipakai wanita di negara India, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka. Sari merupakan pakaian yang terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit, variasinya beragam dengan panjang 4-9 meter yang dipakaikan di badan dengan bermacam-macam gaya. Jenis yang paling umum adalah sari yang dililitkan di pinggang, dengan ujungnya yang disangkutkan dari bahu ke punggung belakang. Sari biasanya dipakai menutupi petticoat atau baju bagian dalam (pavada/pavadai di India Selatan, dan shaya India Timur), dengan blus choli atau ravika. choli memiliki lengan yang pendek dan leher yang rendah untuk mengadaptasikan warga Asia Selatan dengan musim panasnya yang sangat panas. Nah, ternyata berpakaian pun jadi cara adaptasi manusia terhadap lingkungannya ya?











Gimana Pake’nya Nih?

Kita pasti sering kan melihat kain sari India yang terkenal itu. Nah ternyata, di India, ada cara yang berbeda-beda dalam pemakaian kain sari tersebut. Pemakaiannya bisa didasarkan pada golongan/statusnya di masyarakat dan keturunannya. Menurut  golongannya, kalau seorang petani, peladang atau pembantu, biasanya akan memakai sari hingga bagian lutut saja. Kalau berdasarkan keturunan, turunan Tamil akan meletakkan ujung selendang sari kebagian bahu kirinya. Kalau kaum Telegu akan meletakkannya di sebelah kanan. Ada lagi golongan Mayam, mereka menyilangkan di pundak kanan dari arah belakang. Di India Utara, perempuan India tidak memakai sari tetapi memakai blus panjang dengan celana balon atau gembung seperti celana wanita Pakistan. Baju ini dipadukan dengan selendang dupatta. Pemakaian pakaian tradisional ini melambangkan kalau yang memakainya sudah beranjak gadis.

















Makna Dibalik Kain Sari

Selain cara pakai, jenis bahan sari juga memiliki arti sendiri. Kalau sari dari sutra, itu sari yang dipakai wanita kaya. Sedangkan yang dari nilon atau kapas, itu dipakai oleh perempuan dari golongan biasa.
Kalau dari warna bila sari tersebut berwarna putih, dipakai seorang balu (orang yang dihormati). Kalau sari putih bergaris emas, maknanya lain lagi. Ini menandakan si pemakai adalah wanita keturunan Malayam. Kalu sari berwarna kuning, dipakai wanita pembawa kavadi (orang yang membayar nazar di kuil dengan melakukan upacara suci). Dan kalau Sari berwarna pelangi atau gabungan berbagai warna, melambangkan kepribadian si pemakai. Warna terang ingin mengatakan bahwa yang mengenakan selalu ceria. Warna yang lebih norak(mencolok), ingin mencuri perhatian para pemuda atau mencari perhatian orang ramai. Sedangkan sari berwarna pudar, artinya si wanita tipe pemalu, Wahh satu lembar kain berjuta makna ya!




































Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Trending of Mademoiselle